Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

Wednesday, December 30, 2015

, , , , ,

Mengapa Bambu balcooa

Siapa yang tak kenal pohon bambu? Kita bisa melihatnya dimana-mana di Indonesia. Bahkan bambu memiliki banyak sekali manfaat bagi kehidupan manusia bahkan makhluk hidup lainnya. Bambu adalah tanaman tercepat pertumbuhannya di dunia, Beberapa spesies bambu tercatat memiliki kecepatan tumbuh lebih dari 90 cm/hari! Sekitar 3.8 cm/jam. Bambu adalah penyeimbang oksigen dan karbondiokasia, Bambu menyerap karbon dioksida dan melepaskan oksigen 30% - 35% lebih banyak ke atmosfer dibandingkan dengan pohon-pohon pada umumnya. [1].

Prospek industri bambu sangat menjanjikan dimana saat ini pemanfaatan bambu tidak lagi terbatas pada kerajinan tangan dan industri kecil lainnya, melainkan telah meluas sampai kepada pembangunan infrastruktur dan sumber energi terbarukan. Bambu dapat menjadi panel, lantai, bio-fuel, furnitur dan kebun bambu itu sendiri dapat menjadi lokasi carbon catchment yang memiliki nilai ekonomi. Bambu memiliki image sangat bagus yaitu bamboo is the green material. Eropa membutuhkan 700 ton bambu panel per bulan, sementara AS membutuhkan 20 juta ton per tahun. Namun demikian, bambu bagi masyarakat di Indonesia masih terbatas pada pemanfaatan tradisional dan lebih bersifat kultural[2]. Bagaimanapun juga permintaan bambu secara global tumbuh lebih cepat dari tingkat ketersediaannya. Sehingga peluang bisnis perkebunan bambu masih sangat besar dan terbuka. Regenerasi Bambu yang cepat dan berkesinambungan akan membuat Bambu sebagai alternative bahan baku atau energi terbarukan.

Bambusa balcooa

 
Foto: Lahan Persemaian RHIN Biotechnology 

Kami optimis bambu akan lebih prospek, saat ini kami sedang melakukan proses kultur jaringan, dan diharapkan tahun 2016 akan ada ribuan bibit Bambusa balcooa siap tanam. Bambu balcooa dimanfaatkan secara ekonomis untuk:
  1. Sebagai Blok Kayu untuk Bahan bangunan, Furniture, dan Kerajinan Tangan
  2. Material untuk Pulp and Paper, Melihat dari keunggulan yang dimilikinya bambu jelas memiliki potensi besar sebagai sumberdaya serat masa depan untuk kebutuhan pulp dan kertas dengan pengaruh lingkungan yang lebih kecil dibandingkan dengan pohon kayu keras dan lunak.[3]
  3. Biomassa, dalam industri produksi energi, merujuk pada bahan biologis yang hidup atau baru mati yang dapat digunakan sebagai sumber bahan bakaratau untuk produksi industrial. Umumnya biomassa merujuk pada materi tumbuhan yang dipelihara untuk digunakan sebagai biofuel
Kontak Pemasaran:
Widy Jantiko : SMS/WA 081284864795
Tel. 022-5222854
email : info@rhinbiotechnology.com

Monday, December 28, 2015

, ,

Pelatihan Kultur Jaringan Tanaman - Bandung :: Pelatihan Agrobisnis 2016

Pelatihan kultur jaringan tanaman ini ditujukan untuk umum, praktisi, pengusaha pertanian, industri pertanian. Pelatihan ini bertujuan untuk mengenalkan teknologi kultur jaringan kepada masyarakat umum, sehingga dapat diterapkan dalam bidang pertanian. Pada pelatihan ini para peserta pelatihan akan diajarkan tentang teknik-kultur jaringan seperti; Pemilihan eksplan, cara membuat media dasar dan modifikasi media alternatif kultur jaringan, sterilisasi, inokulasi dalam botol, teknik aklimatisasi, cara pembuatan dan pengelolaan laboratorium skala rumah tangga, pembuatan dan pengelolaan nursery, dan kiat dalam berbisnis di bidang kultur jaringan.


Pelatihan kultur jaringan ini terutama ditujukan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan kultur jaringan tanaman secara umum dan khususnya pada tanaman perkebunan. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan kultur jaringan akan mendukung upaya pemuliaan tanaman dalam merakit bibit unggul.

Pelatihan Kultur Jaringan
Tempat      : Laboratorium Kultur Jaringan RHIN Biotechnology Jl. Sekar Kedaton No.10 Tegalega Bandung
Tanggal      : 20 s.d 22 Januari 2016
Waktu        : 3 Hari Jam Efektif (7.30 s.d 16.30)
Fasilitas      : Laboratorium, Lunch, Snack, Modul, Sertifikat
Biaya          : Rp. 1.625.000,- / Orang
Materi          : Sesuai dengan Kurikulum RHIN Biotechnology
(*Tempat Sangat Terbatas dan di luar biaya penginapan, penginapan akan kami carikan )

Kontak Pendaftaran :
Widy Jantiko : SMS/CALL 081284864795;
Lilis S.Ningrum : WA/SMS: 08567288696
Tel. 022-5222854
email : info@rhinbiotechnology.com


Format Pendaftaran: #Pelatihan kultur jaringan#Nama lengkap#Alamat_Lengkap#No hp#Email#Pekerjaan

Rekening Pembayaran:
Bank Mandiri: 130-00-1169021-4
a.n Hendra Suryakusumah
* Mohon konfirmasi setelah transfer. Terima kasih.

Sumber: http://rhinbiotechnology.com/pelatihan-kultur-jaringan-20-s-d-22-januari-2016/

Friday, December 25, 2015

Pelatihan Kultur Jaringan 20 s.d 22 Januari 2016

Pelatihan kultur jaringan tanaman ini ditujukan untuk umum. Pelatihan ini bertujuan untuk mengenalkan teknologi kultur jaringan kepada masyarakat umum, sehingga dapat diterapkan dalam bidang pertanian. Pada pelatihan ini para peserta pelatihan akan diajarkan tentang teknik-kultur jaringan seperti; Pemilihan eksplan, cara membuat media dasar dan modifikasi media alternatif kultur jaringan, sterilisasi, inokulasi dalam botol, teknik aklimatisasi, cara pembuatan dan pengelolaan laboratorium skala rumah tangga, pembuatan dan pengelolaan nursery, dan kiat dalam berbisnis di bidang kultur jaringan. Pelatihan kultur jaringan ini terutama ditujukan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan kultur jaringan tanaman secara umum dan khususnya pada tanaman perkebunan. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan kultur jaringan akan mendukung upaya pemuliaan tanaman dalam merakit bibit unggul. Pelatihan Kultur Jaringan Tempat : Laboratorium Kultur Jaringan Tanggal : 20 s.d 22 Januari 2016 Waktu : 3 Hari Jam Efektif (7.30 s.d 16.30) Fasilitas : Laboratorium, Lunch, Snack, Modul, Sertifikat Biaya : Rp. 1.625.000,- / Orang (*Tempat Sangat Terbatas dan di luar biaya penginapan, penginapan akan kami carikan ) Materi : Sesuai dengan Kurikulum RHIN Biotechnology Kontak Pendaftaran : Widy Jantiko : WA/SMS: 081284864795; Lilis S.Ningrum : WA/SMS: 08567288696 Tel. 022-5222854 email : info@rhinbiotechnology.com Rekening Pembayaran: Bank Mandiri 130-00-1169021-4 a.n Hendra Suryakusumah

Monday, September 21, 2015

Budidaya Buah Pisang

Berikut adalah Cara Budidaya Buah Pisang.

Pisang adalah tanaman buah berupa herba yg berasal dari kawasan di Asia Tenggara (termasuk Indonesia). Tanaman ini kemudian menyebar ke Afrika (Madagaskar), Amerika Selatan & Tengah. Di Jawa Barat, pisang disebut dengan Cau, di Jawa Tengah & Jawa Timur dinamakan gedang.

Klasifikasi botani tanaman pisang adalah sebagai berikut:

    Divisi : Spermatophyta
    Sub divisi : Angiospermae
    Kelas : Monocotyledonae
    Keluarga : Musaceae
    Genus : Musa
    Spesies : Musa spp.

Jenis pisang dibagi menjadi tiga:

  1. Pisang yg dimakan buahnya tanpa dimasak yaitu M. paradisiaca var Sapientum, M. nana atau disebut juga M. cavendishii, M. sinensis. Misalnya pisang ambon, susu, raja, cavendish, barangan & mas.
  2. Pisang yg dimakan setelah buahnya dimasak yaitu M. paradisiaca forma typicaatau disebut juga M. paradisiaca normalis. Misalnya pisang nangka, tanduk & kepok.
  3. Pisang berbiji yaitu M. brachycarpa yg di Indonesia dimanfaatkan daunnya. Misalnya pisang batu & klutuk.
  4. Pisang yg diambil seratnya misalnya pisang manila (abaca).

Pisang adalah buah yg sangat bergizi yg merupakan sumber vitamin, mineral & juga karbohidrat. Pisang dijadikan buah meja, sale pisang, pure pisang & tepung pisang. Kulit pisang dapat dimanfaatkan untuk membuat cuka melalui proses fermentasi alkohol & asam cuka. Daun pisang dipakai sebagi pembungkus berbagai macam makanan trandisional Indonesia. Batang pisang abaca diolah menjadi serat untuk pakaian, kertas dsb. Batang pisang yg telah dipotong kecil & daun pisang dapat dijadikan makanan ternak ruminansia (domba, kambing) pada saat musim kemarau dimana rumput tidak/kurang tersedia. Secara radisional, air umbi batang pisang kepok dimanfaatkan sebagai obat disentri & pendarahan usus besar sedangkan air batang pisang digunakan sebagai obat sakit kencing & penawar racun.

Hampir di setiap tempat dapat dengan mudah ditemukan tanaman pisang. Pusat produksi pisang di Jawa Barat adalah Cianjur, Sukabumi & daerah sekitar Cirebon. Tidak diketahui dengan pasti berapa luas perkebunan pisang di Indonesia. Walaupun demikian Indonesia termasuk salah satu negara tropis yg memasok pisang segar/kering ke Jepang, Hongkong, Cina, Singapura, Arab, Australia, Negeri Belanda, Amerika Serikat & Perancis. Nilai ekspor tertinggi pada tahun 1997 adalah ke Cina.
  1. Iklim tropis basah, lembab & panas mendukung pertumbuhan pisang. Namun demikian pisang masih dapat tumbuh di daerah subtropis. Pada kondisi tanpa air, pisang masih tetap tumbuh karena air disuplai dari batangnya yg berair tetapi produksinya tidak dapat diharapkan.
  2. Angin dengan kecepatan tinggi seperti angin kumbang dapat merusak daun & mempengaruhi pertumbuhan tanaman.
  3. Curah hujan optimal adalah 1.520–3.800 mm/tahun dengan 2 bulan kering. Variasi curah hujan harus diimbangi dengan ketinggian air tanah agar tanah tidak tergenang.

Pisang dapat tumbuh di tanah yg kaya humus, mengandung kapur atau tanah berat. Tanaman ini rakus makanan sehingga sebaiknya pisang ditanam di tanah berhumus dengan pemupukan.

    Air harus selalu tersedia tetapi tidak boleh menggenang karena pertanaman pisang harus diari dengan intensif. Ketinggian air tanah di daerah basah adalah 50 – 200 cm, di daerah setengah basah 100 – 200 cm & di daerah kering 50 – 150 cm. Tanah yg telah mengalami erosi tidak akan menghasilkan panen pisang yg baik. Tanah harus mudah meresapkan air. Pisang tidak hidup pada tanah yg mengandung garam 0,07%.

5.3. Ketinggian Tempat
Tanaman ini toleran akan ketinggian & kekeringan. Di Indonesia umumnya dapat tumbuh di dataran rendah sampai pegunungan setinggi 2.000 m dpl. Pisang ambon, nangka & tanduk tumbuh baik sampai ketinggian 1.000 m dpl
6. PEDOMAN BUDIDAYA
6.1. Pembibitan
Pisang diperbanyak dengan cara vegetatif berupa tunas-tunas (anakan).

    Persyaratan Bibit : Tinggi anakan yg dijadikan bibit adalah 1-1,5 m dengan lebar potongan umbi 15-20 cm. Anakan diambil dari pohon yg berbuah baik & sehat. Tinggi bibit akan berpengaruh terhadap produksi pisang (jumlah sisir dlm tiap tandan). Bibit anakan ada dua jenis: anakan muda & dewasa. Anakan dewasa lebih baik digunakan karena sudah mempunyai bakal bunga & persediaan makanan di dlm bonggol sudah banyak. Penggunaan bibit yg berbentuk tombak (daun masih berbentuk seperti pedang, helai daun sempit) lebih diutamakan daripada bibit dengan daun yg lebar.
    Penyiapan Bibit : Bibit dapat dibeli dari daerah/tempat lain atau disediakan di kebun sendiri. Tanaman untuk bibit ditanam dengan jarak tanam agak rapat sekitar 2 x 2 m. Satu pohon induk dibiarkan memiliki tunas antara 7-9. Untuk menghindari terlalu banyaknya jumlah tunas anakan, dilakukan pemotongan/penjarangan tunas.
    Sanitasi Bibit Sebelum Ditanam : Untuk menghindari penyebaran hama/penyakit, sebelum ditanam bibit diberi perlakuan sebagai berikut:
        Setelah dipotong, bersihkan tanah yg menempel di akar.
        Simpan bibit di tempat teduh 1-2 hari sebelum tanam agar luka pada umbi mengering. Buang daun-daun yg lebar.
        Rendam umbi bibit sebatas leher batang di dlm insektisida 0,5–1% selama 10 menit. Lalu bibit dikeringanginkan.
        Jika tidak ada insektisida, rendam umbi bibit di air mengalir selama 48 jam.
        Jika di areal tanam sudah ada hama nematoda, rendam umbi bibit di dlm air panas beberapa menit.

6.2. Pengolahan Media Tanam

    Pembukaan Lahan : Pemilihan lahan harus mempertimbangkan aspek iklim, prasarana ekonomi & letak pasar/industri pengolahan pisang, juga harus diperhatikan segi keamanan sosial. Untuk membuka lahan perkebunan pisang, dilakukan pembasmian gulma, rumput atau semak-semak, penggemburan tanah yg masih padat; pembuatan sengkedan & pembuatan saluran pengeluaran air.
    Pembentukan Sengkedan Bagian tanah yg miring perlu disengked (dibuat teras). Lebar sengkedan tergantung dari derajat kemiringan lahan. Lambung sengkedan ditahan dengan rerumputan atau batu-batuan jika tersedia. Dianjurkan untuk menanam tanaman legum seperti lamtoro di batas sengkedan yg berfungsi sebagai penahan erosi, pemasuk unsur hara N & juga penahan angin.
    Pembuatan Saluran Pembuangan Air Saluran ini harus dibuat pada lahan dengan kemiringan kecil & tanah-tanah datar. Di atas landasan & sisi saluran ditanam rumput untuk menghindari erosi dari landasan saluran itu sendiri.

6.3. Teknik Penanaman

    Penentuan Pola Tanaman : Jarak tanam tanaman pisang cukup lebar sehingga pada tiga bulan pertama memungkinkan dipakai pola tanam tumpang sari/tanaman lorong di antara tanaman pisang. Tanaman tumpang sari/lorong dapat berupa sayur-sayuran atau tanaman pangan semusim. Di kebanyakan perkebunan pisang di wilayah Asia yg curah hujannya tinggi, pisang ditanam bersama-sama dengan tanaman perkebunan kopi, kakao, kelapa & arecanuts. Di India Barat, pisang untuk ekspor ditanam secara permanen dengan kelapa.
    Pembuatan Lubang Tanam : Ukuran lubang adalah 50 x 50 x 50 cm pada tanah berat & 30 x 30 x 30 cm atau 40 x40 x 40 cm untuk tanah-tanah gembur. Jarak tanam 3 x 3 m untuk tanah sedang & 3,3 x 3,3 m untuk tanah berat.
    Cara Penanaman : Penanaman dilakukan menjelang musim hujan (September-Oktober). Sebelum tanam lubang diberi pupuk organik seperti pupuk kandang/kompos sebanyak 15–20 kg. Pemupukan organik sangat berpengaruh terhadap kualitas rasa buah.

6.4. Pemeliharaan Tanaman

    Penjarangan : Untuk mendapatkan hasil yg baik, satu rumpun harus terdiri atas 3-4 batang. Pemotongan anak dilakukan sedemikian rupa sehingga dlm satu rumpun terdapat anakan yg masing-masing berbeda umur (fase pertumbuhan). Setelah 5 tahun rumpun dibongkar untuk diganti dengan tanaman yg baru.
    Penyiangan : Rumput/gulma di sekitar pohon induk harus disiangi agar pertumbuhan anak & juga induk baik. Penyiangan dilakukan bersamaan dengan penggemburan & penimbunan dapuran oleh tanah agar perakaran & tunas bertambah banyak. Perlu diperhatikan bahwa perakaran pisang hanya rata-rata 15 cm di bawah permukaan tanah, sehingga penyiangan jangan dilakukan terlalu dalam.
    Perempalan : Daun-daun yg mulai mengering dipangkas agar kebersihan tanaman & sanitasi lingkungan terjaga. Pembuangan daun-daun ini dilakukan setiap waktu.
    Pemupukan : Pisang sangat memerlukan kalium dlm jumlah besar. Untuk satu hektar, pisang memerlukan 207 kg urea, 138 kg super fosfat, 608 kg KCl & 200 kg batu kapur sebagai sumber kalsium. Pupuk N diberikan dua kali dlm satu tahun yg diletakkan di dlm larikan yg mengitari rumpun tanaman. Setelah itu larikan ditutup kembali dengan tanah. Pemupukan fosfat & kalium dilaksanakan 6 bulan setelah tanam (dua kali dlm setahun).
    Pengairan & Penyiraman : Pisang akan tumbuh subur & berproduksi dengan baik selama pengairannya terjaga. Tanaman diairi dengan cara disiram atau mengisi parit-parit/saluran air yg berada di antara barisan tanaman pisang.
    Pemberian Mulsa : Tanah di sekitar rumpun pisang diberi mulsa berupa daun kering ataupun basah. Mulsa berguna untuk mengurangi penguapan air tanah & menekan gulma, tetapi pemulsaan yg terus menerus menyebabkan perakaran menjadi dangkal sehingga pada waktu kemarau tanaman merana. Karena itu mulsa tidak boleh dipasang terus menerus.
    Pemeliharaan Buah : Jantung pisang yg telah berjarak 25 cm dari sisir buah terakhir harus dipotong agar pertumbuhan buah tidak terhambat. Setelah sisir pisang mengembang sempurna, tandan pisang dibungkus dengan kantung plastik bening. Kantung plastik polietilen dengan ketebalan 0,5 mm diberi lubang dengan diameter 1,25 cm. Jarak tiap lubang 7,5 cm. Ukuran kantung plastik adalah sedemikian rupa sehingga menutupi 15-45 cm di atas pangkal sisir teratas & 25 cm di bawah ujung buah dari sisir terbawah. Untuk menjaga agar tanaman tidak rebah akibat beratnya tandan, batang tanaman disangga dengan bambu yg dibenamkan sedalam 30 cm ke dlm tanah.

7. HAMA & PENYAKIT
7.1. Hama

    Ulat daun (Erienota thrax.)
        Bagian yg diserang adalah daun.
        Gejala: daun menggulung seperti selubung & sobek hingga tulang daun.
        Pengendalian: dengan menggunakan insektisida yg cocok belum ada, dapat dicoba dengan insektisida Malathion.
    Uret kumbang (Cosmopolites sordidus)
        Bagian yg diserang adalah kelopak daun, batang.
        Gejala: lorong-lorong ke atas/bawah dlm kelopak daun, batang pisang penuh lorong.
        Pengendalian: sanitasi rumpun pisang, bersihkan rumpun dari sisa batang pisang, gunakan bibit yg telah disucihamakan.
    Nematoda (Rotulenchus similis, Radopholus similis).
        Bagian yg diserang adalah akar.
        Gejala: tanaman kelihatan merana, terbentuk rongga atau bintik kecil di dlm akar, akar bengkak.
        Pengendalian: gunakan bibit yg telah disucihamakan, tingkatkan humus tanah & gunakan lahan dengan kadar lempung kecil.
    Ulat bunga & buah (Nacoleila octasema.)
        Bagian yg diserang adalah bunga & buah.
        Gejala: pertumbuhan buah abnormal, kulit buah berkudis. Adanya ulat sedikitnya 70 ekor di tandan pisang.
        Pengendalian: dengan menggunakan insektisida.

7.2. Penyakit

    Penyakit darah
        Penyebab: Xanthomonas celebensis (bakteri). Bagian yg diserang adalah jaringan tanaman bagian dalam.
        Gejala: jaringan menjadi kemerah-merahan seperti berdarah.
        Pengendalian: dengan membongkar & membakar tanaman yg sakit.
    Panama
        Penyebab: jamur Fusarium oxysporum. Bagian yg diserang adalah daun.
        Gejala: daun layu & putus, mula-mula daun luar lalu daun di bagian dalam, pelepah daun membelah membujur, keluarnya pembuluh getah berwarna hitam.
        Pengendalian: membongkar & membakar tanaman yg sakit.
    Bintik daun
        Penyebab: jamur Cercospora musae. Bagian yg diserang adalah daun dengan gejala bintik sawo matang yg makin meluas.
        Pengendalian: dengan menggunakan fungisida yg mengandung Copper oksida atau Bubur Bordeaux (BB).
    Layu
        Penyebab: bakteri Bacillus . Bagian yg diserang adalah akar.
        Gejala: tanaman layu & mati.
        Pengendalian: membongkar & membakar tanaman yg sakit.
    Daun pucuk
        Penyebab: virus dengan perantara kutu daun Pentalonia nigronervosa. Bagian yg diserang adalah daun pucuk.
        Gejala: daun pucuk tumbuh tegak lurus secara berkelompok.
        Pengendalian: cara membongkar & membakar tanaman yg sakit.

7.3. Gulma
Tidak lama setelah tanam & setelah kanopi dewasa terbentuk, gulma akan menjadi persoalan yg harus segera diatasi. Penanggulangan dilakukan dengan:

    Penggunaan herbisida seperti Paraquat, Gesapax 80 Wp, Roundup & dalapon.
    Menanam tanaman penutup tanah yg dapat menahan erosi, tahan naungan, tidak mudah diserang hama-penyakit, tidak memanjat batang pisang. Misalnya Geophila repens.
    Menutup tanah dengan plastik polietilen.

8. PANEN
8.1. Ciri & Umur Panen
Pada umur 1 tahun rata-rata pisang sudah berbuah. Saat panen ditentukan oleh umur buah & bentuk buah. Ciri khas panen adalah mengeringnya daun bendera. Buah yg cukup umur untuk dipanen berumur 80-100 hari dengan siku-siku buah yg masih jelas sampai hampir bulat. Penentuan umur panen harus didasarkan pada jumlah waktu yg diperlukan untuk pengangkutan buah ke daerah penjualan sehingga buah tidak terlalu matang saat sampai di tangan konsumen. Sedikitnya buah pisang masih tahan disimpan 10 hari setelah diterima konsumen.
8.2. Cara Panen
Buah pisang dipanen bersama-sama dengan tandannya. Panjang tandan yg diambil adalah 30 cm dari pangkal sisir paling atas. Gunakan pisau yg tajam & bersih waktu memotong tandan. Tandan pisang disimpan dlm posisi terbalik supaya getah dari bekas potongan menetes ke bawah tanpa mengotori buah. Dengan posisi ini buah pisang terhindar dari luka yg dapat diakibatkan oleh pergesekan buah dengan tanah. Setelah itu batang pisang dipotong hingga umbi batangnya dihilangkan sama sekali. Jika tersedia tenaga kerja, batang pisang bisa saja dipotong sampai setinggi 1 m dari permukaan tanah. Penyisaan batang dimaksudkan untuk memacu pertumbuhan tunas.
8.3. Periode Panen
Pada perkebunan pisang yg cukup luas, panen dapat dilakukan 3-10 hari sekali tergantung pengaturan jumlah tanaman produktif.
8.4. Perkiraan Produksi
Belum ada standard produksi pisang di Indonesia, di sentra pisang dunia produksi 28 ton/ha/tahun hanya ekonomis untuk perkebunan skala rumah tangga. Untuk perkebunan kecil (10-30 ha) & perkebunan besar (> 30 ha), produksi yg ekonomis harus mencapai sedikitnya 46 ton/ha/tahun.
9. PASCAPANEN
Secara konvensional tandan pisang ditutupi dengan daun pisang kering untuk mengurangi penguapan & diangkut ke tempat pemasaran dengan menggunakan kendaraan terbuka/tertutup. Untuk pengiriman ke luar negeri, sisir pisang dilepaskan dari tandannya kemudian dipilah-pilah berdasarkan ukurannya. Pengepakan dilakukan dengan menggunakan wadah karton. Sisir buah pisang dimasukkan ke dos dengan posisi terbalik dlm beberapa lapisan. Sebaiknya luka potongan di ujung sisir buah pisang disucihamakan untuk menghindari pembusukan.

Demikian artikel tentang Cara Budidaya Pisang, semoga bermanfaat.
http://budidaya-petani.blogspot.com/2013/03/pisang.html

Bibit Pisang Kepok


Bibit Pisang Kepok Kami yang berasal dari bonggol tunas yang indukannya berkualitas baik kemudian diperbanyak dengan teknologi Kultur Jaringan sehingga bibit tanaman hasilnya maksimal relatif sama dengan indukannya. bibit tanaman pisang Kepok ini berumur berkisar 3 bulan dengan ketinggian berkisar 30-40 cm. Bibit Pisang Kepok yang kami sediakan meliputi Pisang Kepok Merah/Kuning dan Kepok Putih.

Pisang kepok adalah salah satu kultivar pisang dari kelompok kultivar ABB. Pisang ini termasuk kelompok pisang olah (plantain) karena tinggi kandungan patinya. Pisang kepok buahnya gendut dan berbentuk agak persegi, berkulit tebal. Pisang kepok merupakan kenis pisang olahan yang memiliki kandungan pati relatif tinggi. Selama proses pemasakan, pasti akan berubah menjadi gula. Itulah sebabnya pisang kepok kukus lebih manis.

Bibit Pisang Kepok RHIN Biotechnology merupakan hasil proses perbanyakan dengan teknologi Kultur Jaringan

Harga Rp 6.000,00

Wednesday, September 16, 2015

Jenis Pisang Yang Laku di Pasaran

Tanaman pisang dibudidayakan untuk diambil manfaatnya bagi kesejahteraan hidup masyarakat indonesia. Jenis-jenis pisang di Indonesia jumlahnya mencapai ratusan ada yang menyebut 300 jenis pisang, namun secara umum, komsumsi pisang di Indonesia masih bisa di bilang kurang, karena masih ada stigma “Buah Orang Miskin,” berbeda jika sudah di olah menjadi makanan olahan, sementara orang Amerika mengkomsumsi pisang dalam jumlah banyak, sehingga untuk memenuhi kebutuhan pemerintah Amerika mengimpornya. Secara garis besar jenis-jenis yang laku di pasaran adalah sebagai berikut:


Pisang Ambon Kuning Pisang Ambon Kuning
Pisang ini berkulit kuning keputihan. Keunggulannya terletak pada rasa buah yang manis dan beraroma harum. Tanaman ini pertama kali dikembangkan di daerah Malang, Jawa Timur. Panjang buahnya antara 15-20 cm. Satu pohon dapat menghasilkan 7-10 sisir dengan jumlah buah 100-150. Bentuk buah melengkung dengan pangkal meruncing. Daging buah berwarna putih kekuningan. Umumnya buah pisang ini tidak mengandung biji. [1]






Baca Selanjutnya di artikel Kenali Yuk Jenis Pisang di Indonesia

Wednesday, August 19, 2015

, , ,

Jual Bibit Pisang Kultur Jaringan


Kultur Jaringan
Kami menyediakan bibit pisang hasil perbanyakan kultur jaringan.
Kelebihan dari teknik kultur jaringan adalah bibit seragam, bebas dari hama penyakit, asal-usul induk tanaman jelas yaitu dipilih dari tanaman yang unggul, memudahkan dalam hal pengiriman dalam jumlah besar.

Spesifikasi bibit:
Perbanyakan : Kultur jaringan
Varietas : Pisang Cavendish, Pisang Ambon Kuning, Pisang Ambon Lumut, Pisang Raja Bulu, Pisang Kepok, Pisang Mas Kirana

Info Order

RHIN Biotechnology
Jln. Sekar Kedaton No. 10
Tegalega, Bandung, Jawa Barat
Indonesia
Telp : +62 22 - 5222854

Bibit Pisang Kultur Jaringan


Advertise